Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

BERPISAH UNTUK KEMBALI

Salah Satu Lembar Tulisan Untuk "Sahabat" SMA telah berlalu dan kali ini kuliah menjadi inspirasiku. Tak terkecuali dengan para sahabatku, yang menjadi orang dekat senasib sepenanggungan dikala hukuman dan kegiatan sekolah kami lalui. Tapi beda kisah beda jaman, beda orang beda karakter, begitupun cita-cita kami. Akhirnya hijrah dari asal kami di Kabupaten Pinrang, dilanjutkan menuju Kota Makassar. Kota Daeng tempat kelahiran para Karaeng, Kota angin mamiri, yah kurang lebih itulah kutipan Ungu dalam lagunya.   Meskipun awalnya hijrahnya kami masih bersama-sama, tapi kali ini kita mank harus berpisah. Sedikit mengingat pesan masing–masing saat berpisah, mereka yang segalanya ingin mencapai cita-cita dan membuat bangga orang tua mereka. Lebih lagi ingin merubah imej orang-orang tentang mereka. Mereka yang hanya senang berpoya-poya, buat masalah, permainkan anak wanita, buat guru menangis, pokoknya seolah-olah tak ada lagi baik untuk mereka berenam. Iy...

UJIAN APA TEGURAN

‘Sombong melangkah istana yang megah, ribuan jerit didepan hidungmu namun yang ku tahu tak merasa mengganggu’, begitulah kutipan lagu Iwan Fals (Siang Seberang Istana), disaat aku mengawali tulisan ini. Di tempat lain yang masih terjama oleh mataku aku melihat sosok adik wanitaku yang menjerit kesakitan dengan taraf yang sangat rendah. Iyah kenapa tidak, dia hanya bisa terbaring, makan, minum, hingga mengeluarkan kotoranpun dia hanya bisa melakukannya dengan tuntunan beberapa keluragaku. Tak terkecuali Ibuku, refleks dibenakku beginikah manusia saat tidak bisa berbuat apa-apa. Yang kesehariaannya seolah tak akan kalah oleh apapun namun kini tak jauh beda dengan bayi yang belajar untuk mengenal dunia ini. Kurang lebih aku kembali menguji ilmu dan ingatanku, bahwa proses manusia didunia diawali dari bayi dan seketika akan kembali seperti bayi. Artinya manusia diawali pada sebuah proses dan berakhir dari proses awal (bukankah kita yang berasal dari tanah, akan kembali ketanah ju...