Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

BERPISAH UNTUK KEMBALI

Salah Satu Lembar Tulisan Untuk "Sahabat" SMA telah berlalu dan kali ini kuliah menjadi inspirasiku. Tak terkecuali dengan para sahabatku, yang menjadi orang dekat senasib sepenanggungan dikala hukuman dan kegiatan sekolah kami lalui. Tapi beda kisah beda jaman, beda orang beda karakter, begitupun cita-cita kami. Akhirnya hijrah dari asal kami di Kabupaten Pinrang, dilanjutkan menuju Kota Makassar. Kota Daeng tempat kelahiran para Karaeng, Kota angin mamiri, yah kurang lebih itulah kutipan Ungu dalam lagunya.   Meskipun awalnya hijrahnya kami masih bersama-sama, tapi kali ini kita mank harus berpisah. Sedikit mengingat pesan masing–masing saat berpisah, mereka yang segalanya ingin mencapai cita-cita dan membuat bangga orang tua mereka. Lebih lagi ingin merubah imej orang-orang tentang mereka. Mereka yang hanya senang berpoya-poya, buat masalah, permainkan anak wanita, buat guru menangis, pokoknya seolah-olah tak ada lagi baik untuk mereka berenam. Iy...

UJIAN APA TEGURAN

‘Sombong melangkah istana yang megah, ribuan jerit didepan hidungmu namun yang ku tahu tak merasa mengganggu’, begitulah kutipan lagu Iwan Fals (Siang Seberang Istana), disaat aku mengawali tulisan ini. Di tempat lain yang masih terjama oleh mataku aku melihat sosok adik wanitaku yang menjerit kesakitan dengan taraf yang sangat rendah. Iyah kenapa tidak, dia hanya bisa terbaring, makan, minum, hingga mengeluarkan kotoranpun dia hanya bisa melakukannya dengan tuntunan beberapa keluragaku. Tak terkecuali Ibuku, refleks dibenakku beginikah manusia saat tidak bisa berbuat apa-apa. Yang kesehariaannya seolah tak akan kalah oleh apapun namun kini tak jauh beda dengan bayi yang belajar untuk mengenal dunia ini. Kurang lebih aku kembali menguji ilmu dan ingatanku, bahwa proses manusia didunia diawali dari bayi dan seketika akan kembali seperti bayi. Artinya manusia diawali pada sebuah proses dan berakhir dari proses awal (bukankah kita yang berasal dari tanah, akan kembali ketanah ju...

JALAN MASIH PANJANG

   "Berikan Aku 10 Pemuda Maka Akan Aku Guncangkan Dunia Ini". Kutipan Sang Proklamator bangsa Indonesia Soekarno Hatta Putra Sang Fajar. Tak jarang kutipan itu akan dibawakan ditengah- tengah laporan, seminar, ceramah, tulisan dan lainnya. Mank pada dasarnya setiap Negara membutuhkan para generasi pelanjut Bangsa. Namun melengkapi awal tulisan ini kita akan bertanya-tanya siapa pemuda?    Jawabnya, pemuda merupakan figur yang memiliki semangat serta kemauan yang besar untuk kedepannya. Disisi lain pemuda memiliki tenaga yang jelas lebih dari pada situa. Akan tetapi untuk hari ini kita harus berusaha menjaga para pemuda Indonesia untuk mengisi dirinya dengan berbagai ilmu. bukan hanya tentang kebaikan namun bagaimana kemudiaan bersama dan berbaur dengan orang-orang multi keilmuan serta kebudayaan. (yah perkataan beberapa orang yang merasa dirinya paling suci, penguasa surga sejati).     Sebagai bentuk bukti nyata kenapa kemudian Negara-ne...

KARTINIKU SAKIT

Wajahmu betul-betul mulai mengeriput, yang biasanya aku hanya bisa mendengar lewat puisi-puisi indah serta sajak yang dibacakan beberapa teman-teman. Suaramu yang dulunya tegas dan lantang dalam setiap langkahku kini hanya lewat isyarat yang tak bisa lama untuk aku pandang. Tepatnya dalam mengenang sosok RA Kartini dalam memperjuangkan nasib serta kemampuan wanita di tengah-tengah pengecualian dari beberapa golongan termasuk para pria. Akhirnya pembuktian sesumgguhnya di kenang sampai hari ini, hingga melahirkan beberapa istilah termasuk emansipasi wanita. Artinya wanita juga tidak kalah dengan pria dengan contoh-contoh dapat kita lihat mulai Kartini melahirkan perjuangannya hingga hari ini dengan era globalisasi yang membumi di Indonesia yang berawal dari Nusantara. Iya kita bisa melihat dari beberapa media hari ini 21 April 2013 yang mengangkat sosok wanita-wanita hebat, mulai dari media massa (Koran, surat kabar, majalah) media elektronik (radio,televisi) serta jejaring s...

BELAJAR DARI TUKANG SATE

Minggu 30 April 2013, menjadi pelajaran tersendiri terhadap teman-teman dan juga diriku. Kenapa tidak salah satu tempat kesukaanku dan teman-teman kumpul mengalami kendala yang begitu amat disayangkan. Iyah alih-alih berangkat dari kampung halamannya Madura, Jawa Timur sesuai slogan pada grobak satenya. "Sate Madura" yang menjadikan Makassar sebagai tempat mengadu nasib, malah mendapat masalah yang diadopsi pada masyarakat selaku tuan rumah. Tapi salahnya mereka menjatuhkan hukuiman pada orang yang tidak tepat. Wajahnya yang lesu, badan yang bodinya lumayan tidak salah sebagai pedagang makanan. tidak biasanya malam itu dia hanya terdiam duduk tampa sapaan, yang biasanya terdengar ditelungaku saat dia telah menyodorkan pesanan yang biasanya sesuai menu pilihanku. Mas Rian kenapa lesu, apa pemasukan tidak seuai hari ini?. Jawabnya bukan Mas tapi Bos pusing kami juga ikut pusing. Kenapa?, iyah mas itu orang yang ada di sampingnya datang menagih sewa tempat pemasangan g...

NALAR MAHASISWA DALAM MENYIKAPI KEJADIAN DUNIA

Ketika kita dihadapkan pada persoalan, maka jelas kita akan berusaha keluar dari masalah tersebut. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan buat kita semua, berapa lama kita mampu keluar?, bagaimana cara kita keluar dari masalah?. Ditambah lagi dengan keadanan dunia yang semakin seru, seru yang dimaksud dengan berbagai kejadian yang unik hingga yang luar biasa. Nah berbicara tentang dunia itu sendiri kita akan mengenal salah satu Negara Adidaya, yaitu Amerika Serikat (AS). Siapa yang tidak mengenal Negara yang begitu berpengaruh dalam perkembangan di dunia ini. Buktinya mulai dari anak-anak hingga dewasa sudah mampu menyebut Amerika Serikat itu sendiri, maupun hal yang berbauh Negara tersebut. Namun dalam dunia kemahasiswaan yang baru-baru ini di perbincangkan bahawa Amerika itu sendiri, sekarang dibalik dari beberapa kejadian dinegara kita ini. Perbincangan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar ini tidak tanggung-tangg...