Langsung ke konten utama

NALAR MAHASISWA DALAM MENYIKAPI KEJADIAN DUNIA


Ketika kita dihadapkan pada persoalan, maka jelas kita akan berusaha keluar dari masalah tersebut. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan buat kita semua, berapa lama kita mampu keluar?, bagaimana cara kita keluar dari masalah?.

Ditambah lagi dengan keadanan dunia yang semakin seru, seru yang dimaksud dengan berbagai kejadian yang unik hingga yang luar biasa. Nah berbicara tentang dunia itu sendiri kita akan mengenal salah satu Negara Adidaya, yaitu Amerika Serikat (AS). Siapa yang tidak mengenal Negara yang begitu berpengaruh dalam perkembangan di dunia ini.

Buktinya mulai dari anak-anak hingga dewasa sudah mampu menyebut Amerika Serikat itu sendiri, maupun hal yang berbauh Negara tersebut. Namun dalam dunia kemahasiswaan yang baru-baru ini di perbincangkan bahawa Amerika itu sendiri, sekarang dibalik dari beberapa kejadian dinegara kita ini.

Perbincangan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar ini tidak tanggung-tanggung dalam menyikapi negara adidaya tersebut, sebut saja salah satu organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang melihat sisi dinegara ini sedang ada upaya untuk membentuk pluralisme yang terorganisir. yang dilakukan di Rayon Dakwah dan Komunikasi kampus 2 UIN Alauddin Makassar. Samata-Gowa.

"Dengan gagalnya menciptakan perang dunia ketiga (perang antara Korea Utara dan Korea Selatan), maka skenario peperangan akhirnya dibawa kebagian timur (di mana Mesir, Libya, Sudan, dll) menjadi ajang pergerakan Negara tersebut. denagan isu bahwa pemimpin tidak mampu menstabilkan negaraya." penggalan kata dari pemateri, hingga kita tidak sadar bahwa negara kirta sendiripun sudah mendapat imbas dari gejolak tersebut.

Konsep pencucian Otak yang kita denagar dimedia tidak mampu kita pungkiri bahwa suda jadi bagian dari Negara Kesatuan Indonesia ini. Yang dibawa oleh Negara Islam Indonesia (NII), katanya. Namun hingga sekarang orang dibalik dari itu semua belum kita ketahui. Sudah jelas bahwa yang berada dibelakang semua ini merupakan bagian yang sangat berpangaruh di Negara dan bangsa yang kita cintai.

Akhirnya, saya hanya mapu menyatakan bahwa, kita yang mengaku orang yang pintar atau cerdas sekalipun. Hingga membawa instansi sebagai seorang mahasiswa jangan pernah jatuh dalam permainan ini. Artinya teriakan lawan itu, puncaknya adalah terkait akan isu hari ini. karena kita tidak ingin bernegoisasi dengan musuh yang tidak memandang kita sebagai lawan yang baik.

Dan kitapun semua sadar bahwa yang paling berperan dalam pengetahuan di belahan dunia ini ada pada Media. jadi teman pasti mampu berfikir apakah semuanya benar adanya. Jangan mudah mempercayai, atau rebut dan kuasai media dengan orang-orang yang kinta cintai dan percaya akan kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamittariq 
Wassalamualaikum Wr.Wb.


AFIDATUL ASMAR
FDK-MD UIN ALAUDDIN MAKASSAR
PMII RAYON DAKWAH DAN KOMUNIKASI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI TUKANG SATE

Minggu 30 April 2013, menjadi pelajaran tersendiri terhadap teman-teman dan juga diriku. Kenapa tidak salah satu tempat kesukaanku dan teman-teman kumpul mengalami kendala yang begitu amat disayangkan. Iyah alih-alih berangkat dari kampung halamannya Madura, Jawa Timur sesuai slogan pada grobak satenya. "Sate Madura" yang menjadikan Makassar sebagai tempat mengadu nasib, malah mendapat masalah yang diadopsi pada masyarakat selaku tuan rumah. Tapi salahnya mereka menjatuhkan hukuiman pada orang yang tidak tepat. Wajahnya yang lesu, badan yang bodinya lumayan tidak salah sebagai pedagang makanan. tidak biasanya malam itu dia hanya terdiam duduk tampa sapaan, yang biasanya terdengar ditelungaku saat dia telah menyodorkan pesanan yang biasanya sesuai menu pilihanku. Mas Rian kenapa lesu, apa pemasukan tidak seuai hari ini?. Jawabnya bukan Mas tapi Bos pusing kami juga ikut pusing. Kenapa?, iyah mas itu orang yang ada di sampingnya datang menagih sewa tempat pemasangan g...

UJIAN APA TEGURAN

‘Sombong melangkah istana yang megah, ribuan jerit didepan hidungmu namun yang ku tahu tak merasa mengganggu’, begitulah kutipan lagu Iwan Fals (Siang Seberang Istana), disaat aku mengawali tulisan ini. Di tempat lain yang masih terjama oleh mataku aku melihat sosok adik wanitaku yang menjerit kesakitan dengan taraf yang sangat rendah. Iyah kenapa tidak, dia hanya bisa terbaring, makan, minum, hingga mengeluarkan kotoranpun dia hanya bisa melakukannya dengan tuntunan beberapa keluragaku. Tak terkecuali Ibuku, refleks dibenakku beginikah manusia saat tidak bisa berbuat apa-apa. Yang kesehariaannya seolah tak akan kalah oleh apapun namun kini tak jauh beda dengan bayi yang belajar untuk mengenal dunia ini. Kurang lebih aku kembali menguji ilmu dan ingatanku, bahwa proses manusia didunia diawali dari bayi dan seketika akan kembali seperti bayi. Artinya manusia diawali pada sebuah proses dan berakhir dari proses awal (bukankah kita yang berasal dari tanah, akan kembali ketanah ju...

SIAPA LAWAN-KAWAN, SIAPA YANG DIPERCAYA-TERPERCAYA ?

Hari ini semuanya berbicara soal idialisme, nasionalisme, hingga kebenaran dan kejujuran. Namun buktinya semua hanya jadi wacana sesaat yang buat semuanya jadi pahlawan kesiangan. Yah siapa lawan, siapa kawan ? Paling semuanya sudah diatur sedemikian rapi, sehingga tak ada yang mengetahuinya, kecuali mereka yang membuat konsepnya. Pada ahirnya sebagai mahasiswa kita berusaha menjadi sosok yang selalu mencari jalan keluar dari berbagai aspek, meskipun aspeknya juga hanya memberi keuntungan beberapa golongan. Yah siapa yang harus dipercaya ? Semua bisa saja semuanya sama, ataupun ada yang berbeda, tapi pilihan tetap ada pada kalian selaku pengendali diri sendiri. Yah intinya mari terus belajar dari semua aspek, perbanyak teman dan jaringan, karena semua butuh waktu serta semua akan indah pada waktunya. AFIDATUL ASMAR FDK-MD UIN ALAUDDIN MAKASSAR