Langsung ke konten utama

KEJENUHAN BERORGANISASI


Organisasi yang lebih dikenal hari ini, orang yang terdiri atas beberapa kelompok atau lebih yang memiliki tujuan bersama. Yah tapi bagiku, hari ini sedikit pergeseran jaman mengakibatkan terkadang orang-orang yang bekerjasama itu malah lupa akan tujuan awalnya. katanya karena faktor situasi dan kondisi yang membuat kejenuhan. Alasan klasik tapi membumi juga.

 

Hampir disetiap orgsanisasi tingkat kejenuhan baik dari anggota itu sendiri sampai pada pengurus menjadi kendala utama organisasi hari ini, jadi simbol semata dan dampak terakhir melakukan kegiatan yang apa adanya, tapi tak sejalan dengan keinginan bersama (sudah masuk sesi curhat diks).


Dalam keadaan seperti ini teman-teman harus mengingat tujuan awal dari organisasi itu sendiri. Artinya tak bisa dipungkiri kejenuhan itu akan datang menghampiri. tapi apa iya, kita akan larut dalam kejenuhan itu?

 

'Biarlah Gula Pasir yang terlarut dalam teh Hangat' namun masalah teman-teman hari ini tetap menjadi air hangat yang lebih berada pada posisi melarutkan segala keadaan hingga masalah didalam oraganisasi kita ini.

 

Oh iya aku dapat sedikit trik untuk itu, tapi kebenrarannya patut teman-teman bersama pilih dan renungkan:


1. Ingat Kebersamaan

 Yah aku ini berada pada tahap pengurus, aku ini berada pada tahap proses menjalankan roda kepengurusan. dan aku ini bukan orang yang mudah untuk mundur sebelum garis finis aku capai. Mau apakah keadaan hari ini biar aku jadikan motivasi yang sejatinya aku jawab terhadap aplikasi dari tujuan kami


2. Berfikir positif

Bagai anak yang baru lahir begitulah roda kepengurusan organisasi yang kita jalankan, terkadang kita harus sportif untuk mengakui kepolosan diri, yang harus kemudian berfikir positif untuk belajar akan apa yang terjadi disekitar kita, yah positif tanpa harus jauh berfikir "dia ada kepentingan untuk semua ini, dia hanya manfaatkan kita" (efek Baper pangkat lebih).  Karena positif saja terkadang menghilangkan semangat berorganisasi apalagi dengan fikiran yang lebih kepada hal-hal yang berakibat negatif diatas (sangat mudah masuk, kayah orang yang kesurupan).


3.Tetetap Semangat

 Manknya mi instan, tinggal di siram eh jadi, dan siap untuk disantap. Yang ada setiap kegiatan jadikan bagian dari ajang proses, yang selalu diawali dengan kerja, jadikan dia bagian dari diri kalian toh kalopun semangat itu harus teriak maka teriaklah, mau menagnis menangis mank,  yang jelas tetap berada pada koridornya. artinya sesudah itu lanjut tugas.


Tapi ingatlah, pada akhir cerita kejenuhan ini, mank akan ada yang tetap bertahan dan ada juga yang bakal pergi. Sesuai hukum alam, jadi tetaplah semangat teman-teman di Organisasi. Esok kita akan menuai hasilnya bersama.


"tak sedikit yang tidak sukses dari organisasi selama proses mampu mereka lewatkan. umpamanya parang yang ditempa dari besi biasa, hingga membentuk parang yang mampu menebas segala yang menghalanginya dihari esok.

Jayalah Pengurus UKM KSR PMI Unit 107 UINAM!!!


Afidatul Asmar 

FDK-MD UINAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI TUKANG SATE

Minggu 30 April 2013, menjadi pelajaran tersendiri terhadap teman-teman dan juga diriku. Kenapa tidak salah satu tempat kesukaanku dan teman-teman kumpul mengalami kendala yang begitu amat disayangkan. Iyah alih-alih berangkat dari kampung halamannya Madura, Jawa Timur sesuai slogan pada grobak satenya. "Sate Madura" yang menjadikan Makassar sebagai tempat mengadu nasib, malah mendapat masalah yang diadopsi pada masyarakat selaku tuan rumah. Tapi salahnya mereka menjatuhkan hukuiman pada orang yang tidak tepat. Wajahnya yang lesu, badan yang bodinya lumayan tidak salah sebagai pedagang makanan. tidak biasanya malam itu dia hanya terdiam duduk tampa sapaan, yang biasanya terdengar ditelungaku saat dia telah menyodorkan pesanan yang biasanya sesuai menu pilihanku. Mas Rian kenapa lesu, apa pemasukan tidak seuai hari ini?. Jawabnya bukan Mas tapi Bos pusing kami juga ikut pusing. Kenapa?, iyah mas itu orang yang ada di sampingnya datang menagih sewa tempat pemasangan g...

UJIAN APA TEGURAN

‘Sombong melangkah istana yang megah, ribuan jerit didepan hidungmu namun yang ku tahu tak merasa mengganggu’, begitulah kutipan lagu Iwan Fals (Siang Seberang Istana), disaat aku mengawali tulisan ini. Di tempat lain yang masih terjama oleh mataku aku melihat sosok adik wanitaku yang menjerit kesakitan dengan taraf yang sangat rendah. Iyah kenapa tidak, dia hanya bisa terbaring, makan, minum, hingga mengeluarkan kotoranpun dia hanya bisa melakukannya dengan tuntunan beberapa keluragaku. Tak terkecuali Ibuku, refleks dibenakku beginikah manusia saat tidak bisa berbuat apa-apa. Yang kesehariaannya seolah tak akan kalah oleh apapun namun kini tak jauh beda dengan bayi yang belajar untuk mengenal dunia ini. Kurang lebih aku kembali menguji ilmu dan ingatanku, bahwa proses manusia didunia diawali dari bayi dan seketika akan kembali seperti bayi. Artinya manusia diawali pada sebuah proses dan berakhir dari proses awal (bukankah kita yang berasal dari tanah, akan kembali ketanah ju...

SIAPA LAWAN-KAWAN, SIAPA YANG DIPERCAYA-TERPERCAYA ?

Hari ini semuanya berbicara soal idialisme, nasionalisme, hingga kebenaran dan kejujuran. Namun buktinya semua hanya jadi wacana sesaat yang buat semuanya jadi pahlawan kesiangan. Yah siapa lawan, siapa kawan ? Paling semuanya sudah diatur sedemikian rapi, sehingga tak ada yang mengetahuinya, kecuali mereka yang membuat konsepnya. Pada ahirnya sebagai mahasiswa kita berusaha menjadi sosok yang selalu mencari jalan keluar dari berbagai aspek, meskipun aspeknya juga hanya memberi keuntungan beberapa golongan. Yah siapa yang harus dipercaya ? Semua bisa saja semuanya sama, ataupun ada yang berbeda, tapi pilihan tetap ada pada kalian selaku pengendali diri sendiri. Yah intinya mari terus belajar dari semua aspek, perbanyak teman dan jaringan, karena semua butuh waktu serta semua akan indah pada waktunya. AFIDATUL ASMAR FDK-MD UIN ALAUDDIN MAKASSAR