Langsung ke konten utama

JALAN MASIH PANJANG

   "Berikan Aku 10 Pemuda Maka Akan Aku Guncangkan Dunia Ini". Kutipan Sang Proklamator bangsa Indonesia Soekarno Hatta Putra Sang Fajar. Tak jarang kutipan itu akan dibawakan ditengah- tengah laporan, seminar, ceramah, tulisan dan lainnya. Mank pada dasarnya setiap Negara membutuhkan para generasi pelanjut Bangsa. Namun melengkapi awal tulisan ini kita akan bertanya-tanya siapa pemuda?

   Jawabnya, pemuda merupakan figur yang memiliki semangat serta kemauan yang besar untuk kedepannya. Disisi lain pemuda memiliki tenaga yang jelas lebih dari pada situa. Akan tetapi untuk hari ini kita harus berusaha menjaga para pemuda Indonesia untuk mengisi dirinya dengan berbagai ilmu. bukan hanya tentang kebaikan namun bagaimana kemudiaan bersama dan berbaur dengan orang-orang multi keilmuan serta kebudayaan. (yah perkataan beberapa orang yang merasa dirinya paling suci, penguasa surga sejati).

    Sebagai bentuk bukti nyata kenapa kemudian Negara-negara besar dan kuat ketika melakukan perang maka yang menjdi target untuk di musnakan adalah para Ibu yang nantinya menghasilkan para pemuda-pemuda tangguh. yang akan berusaha menjadi lawan baru untuknya (efek terlalu banyak nonton film bar-bar). Terlebih lagi para remaja yang sudah jelas menjadi sasaran. Anehnya lagi perang yang dilakukan bukan kemudian dengan senjata yang menghabiskan peluru terbang dimana-mana atu bom nuklir yang bakal dengan cepat memusnakan lawan. Tapi senjata yang saya maksudkan jau lebih kereatif dan terkadang kita sebagai pemuda tak sadar akan hal-hal tersebut. Misalnya dengan konsumsi pablik yang tidak lepas dari era globalisasi hari ini kita berusaha bangga akan hasil dari negara lain, style, sikap, figur hingga metoda yang kita terapkan di berbagai media, selanjutnya cara yang dilakukan negara-negara berkuasa adalah proses pendektan dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Termasuk para wanita yang didesain untuk menjatuhkan para pemuda pria, yang jelas kekhawatiran yang dibuatnya untuk Negara yang berkuasa. Dan tidak ada yang bisa menghindar. Sebut saja sang Proklamatorpun jatuh pada lahan tersebut, (Berlebihan dalam mengunyah kisah Soekarno).

      Dari kutipan diatas maka mari kita berusaha menjaga segala bentuk perang hingga semangat didalam diri setiap pemuda Indonesia. bukankah mank jalan ini masih panjang, harapan kalian masih menerawang pada paradigma yang selalu menghasilkan sesuatu yang instan namun tak menghasilkan proses sama sekali. Apa yang kalian ragukan saat segalanya yang mampu membesarkanmu dan menjagamu telah engkau capai. (dulu mau apa-apa tunggu ada orang tua, sekarng paling tidak bisa bilang iya juga tidak disertai pelaksanaannya).

    Habibi (Presiden RI ke III) pada pencapaian pesawatnya, meskipun pada awalnya terasingkan dan tak dikenal juga dianggap tidak mampu menerbangkan pesawat. Tapi jalan yang panjang mampu dilewatinya hingga bebuah pada akar hidup bahwa apapun tentangnya adalah ilmu yang besar manfaatnya bagi segala hal didunia ini

     Jusaf Kalla (Wapres RI) dengan sikap yang apa adanya, tampa harus menjadi yang lain beliau mampu melewati jalan panjang tersebut, saat berdialeg tidak jarang yang menganggapnya teks daerahnya sangat kental.

      Akhirnya Jalan panjang yang kami maksud, adalah bagaimana setiap pemuda mampu belajar atas setiap peristiwa hidup ini. "IKRA' Bacalah" dari rentetan hidup yang jelas, Yang Maha Penguasa telah memberi pesannya. Kalo kalian hari ini merasa apa yang kalian inginkan tidak tercapai janganlah hancur ibarat bom Bali yang hanya meninggalkan prasasti hari ini, tapi buatlah cerita bahwa hari ini adalah bagian dari pencapaian yang akan kuraih dihari esok.Tetapi semangatnya harus full pemuda, karena para pejuang akan menagis ketika kalian kalah hari ini. dan sebaliknya kita sebagai pemuda, apabila mampu melewati jalan panjangnya saat meraih segala cita-cita kita. Bukan pada persoaln tidak bisa, tetapi sikap sabarlah yag harus kita tumbuhkan juga. Karena waktu mank selalu jalan, dan sendirinya segala yang mampu menjadi penghalang bisa kita atasi sesuai dengan kutipan diatas. Yang jelasnya kalian akan mendapatkan yang terbaik saat bisa menjadi orang baik. bukankah apa yang kita petik dihari esok berawal atas apa yang kita tanam dihari ini.


AFIDATUL ASMAR

MD FDK UIN Alauddin Makassar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI TUKANG SATE

Minggu 30 April 2013, menjadi pelajaran tersendiri terhadap teman-teman dan juga diriku. Kenapa tidak salah satu tempat kesukaanku dan teman-teman kumpul mengalami kendala yang begitu amat disayangkan. Iyah alih-alih berangkat dari kampung halamannya Madura, Jawa Timur sesuai slogan pada grobak satenya. "Sate Madura" yang menjadikan Makassar sebagai tempat mengadu nasib, malah mendapat masalah yang diadopsi pada masyarakat selaku tuan rumah. Tapi salahnya mereka menjatuhkan hukuiman pada orang yang tidak tepat. Wajahnya yang lesu, badan yang bodinya lumayan tidak salah sebagai pedagang makanan. tidak biasanya malam itu dia hanya terdiam duduk tampa sapaan, yang biasanya terdengar ditelungaku saat dia telah menyodorkan pesanan yang biasanya sesuai menu pilihanku. Mas Rian kenapa lesu, apa pemasukan tidak seuai hari ini?. Jawabnya bukan Mas tapi Bos pusing kami juga ikut pusing. Kenapa?, iyah mas itu orang yang ada di sampingnya datang menagih sewa tempat pemasangan g...

UJIAN APA TEGURAN

‘Sombong melangkah istana yang megah, ribuan jerit didepan hidungmu namun yang ku tahu tak merasa mengganggu’, begitulah kutipan lagu Iwan Fals (Siang Seberang Istana), disaat aku mengawali tulisan ini. Di tempat lain yang masih terjama oleh mataku aku melihat sosok adik wanitaku yang menjerit kesakitan dengan taraf yang sangat rendah. Iyah kenapa tidak, dia hanya bisa terbaring, makan, minum, hingga mengeluarkan kotoranpun dia hanya bisa melakukannya dengan tuntunan beberapa keluragaku. Tak terkecuali Ibuku, refleks dibenakku beginikah manusia saat tidak bisa berbuat apa-apa. Yang kesehariaannya seolah tak akan kalah oleh apapun namun kini tak jauh beda dengan bayi yang belajar untuk mengenal dunia ini. Kurang lebih aku kembali menguji ilmu dan ingatanku, bahwa proses manusia didunia diawali dari bayi dan seketika akan kembali seperti bayi. Artinya manusia diawali pada sebuah proses dan berakhir dari proses awal (bukankah kita yang berasal dari tanah, akan kembali ketanah ju...

SIAPA LAWAN-KAWAN, SIAPA YANG DIPERCAYA-TERPERCAYA ?

Hari ini semuanya berbicara soal idialisme, nasionalisme, hingga kebenaran dan kejujuran. Namun buktinya semua hanya jadi wacana sesaat yang buat semuanya jadi pahlawan kesiangan. Yah siapa lawan, siapa kawan ? Paling semuanya sudah diatur sedemikian rapi, sehingga tak ada yang mengetahuinya, kecuali mereka yang membuat konsepnya. Pada ahirnya sebagai mahasiswa kita berusaha menjadi sosok yang selalu mencari jalan keluar dari berbagai aspek, meskipun aspeknya juga hanya memberi keuntungan beberapa golongan. Yah siapa yang harus dipercaya ? Semua bisa saja semuanya sama, ataupun ada yang berbeda, tapi pilihan tetap ada pada kalian selaku pengendali diri sendiri. Yah intinya mari terus belajar dari semua aspek, perbanyak teman dan jaringan, karena semua butuh waktu serta semua akan indah pada waktunya. AFIDATUL ASMAR FDK-MD UIN ALAUDDIN MAKASSAR