Wajahmu betul-betul mulai
mengeriput, yang biasanya aku hanya bisa mendengar lewat puisi-puisi indah
serta sajak yang dibacakan beberapa teman-teman. Suaramu yang dulunya tegas dan
lantang dalam setiap langkahku kini hanya lewat isyarat yang tak bisa lama
untuk aku pandang.
Tepatnya dalam mengenang sosok RA
Kartini dalam memperjuangkan nasib serta kemampuan wanita di tengah-tengah
pengecualian dari beberapa golongan termasuk para pria. Akhirnya pembuktian
sesumgguhnya di kenang sampai hari ini, hingga melahirkan beberapa istilah
termasuk emansipasi wanita. Artinya wanita juga tidak kalah dengan pria dengan
contoh-contoh dapat kita lihat mulai Kartini melahirkan perjuangannya hingga
hari ini dengan era globalisasi yang membumi di Indonesia yang berawal dari Nusantara. Iya kita bisa melihat dari beberapa media hari ini 21 April 2013 yang mengangkat sosok wanita-wanita hebat, mulai dari media massa (Koran, surat
kabar, majalah) media elektronik (radio,televisi) serta jejaring sosial yang
tidak bisa dilepaskan dari konsumsi manusia di Indonesia hari ini.
Tak banyak yang ingin aku angkat
dalam membeberikan bentuk penghormatan wanita-waita luar biasa. Karena saya tahu
kalian semua memiliki cara masing-masing, setidaknya Megawati Soekarno Putri
sudah bisa memberi pelajaran bahwa wanita bisa jadi pemimpin, kemudian
yang memiliki keterbatasan tetapi bisa membuktikan pada seluruh individu yang
merasa dirinya sempurna. Dan banyak lagi yang tak mampu aku sebut secara
detail.
Kembali untukku sosok yang kini terbaring indah dalam beberapa hari
ini, kaulah Kartiniku yang menjadi dasar besar, aku berani mengangkat segala
jempolku untuk sosok wanita Indonesia, iyalah Ibuku wanita yang melahirkanku
merawat serta membesarkanku dalam konteks ilmu pengetahuan sering kita dengar.
Pesanmu cuman ingin istirahat, hehehehehehe…………
Iya aku percaya termasuk figur Kartini yang ada padamu, yang tidak
mudah menyerah terhadap keadaan, malahan nilai positif untukmu, karena tetap
berserah diri katanya pada Tuhan selaku sang Pencipta Alam, meskipun bagaimana situasi dan keadaannya.
Yah,yah,yah. Mengingat
kejadian-kejadian mahasiswa Indonesia hari ini yang identik akan demonstrasi,
igin rasanya diri ini datang di depan istanamu Ya Allah, kemudian teriak
sekeras-kerasnya “Kau Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang dimana engkau hari ini,
Kartiniku sakit dan aku yakin bahwa engkau akan ibah kepadanya hingga aku
benar-benar mampu menyampikan salammu pada setia sujudku, bahwa tak ada keraguan untukmu.
Kabulkanlah !!!!!!!!”
Akhirnya lewat momentum yang
paling berharga hari ini, ijinkan aku mengucapkan selamat hari Kartini untuk
para penerus perjuangan. Kartini-kartini lainnya. Tak terkecuali degan Kartiniku
bergegaslah dari istirahatmu, jangan telalu lama. Masih ada aku dan anak-anakmu yang butuh
dirimu untuk bisa paham betul arti dari sosok IBU dalam perjuangan hari ini.
AFIDATUL ASMAR
FDK-MD
UIN Alauddin Makassar
Komentar
Posting Komentar